Rumah Warga Berdekatan Dengan Jalan Tol Exit Bitung KM 25, AMPPL Indonesia Pihak Jasa Marga Harus Kaji Persoalan Jangka panjang Bagi Kesehatan dan Kerusakan

    Rumah Warga Berdekatan Dengan Jalan Tol Exit Bitung KM 25, AMPPL Indonesia Pihak Jasa Marga Harus Kaji Persoalan Jangka panjang Bagi Kesehatan dan Kerusakan

    TANGERANG - Tinggal di pinggir jalan tol memiliki risiko kesehatan dan kenyamanan yang signifikan, terutama paparan polusi udara tinggi (debu/asap kendaraan), kebisingan terus-menerus yang dapat mengganggu tidur, serta potensi getaran kendaraan berat yang mempengaruhi struktur bangunan. Meskipun strategis, lingkungan ini seringkali berdebu dan tidak tenang. 

    Paparan debu dan asap terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti sesak napas, batuk, dan gangguan paru-paru. Suara bising kendaraan (terutama truk/bus) berlangsung 24 jam, yang dapat menyebabkan stres, gangguan tidur, hingga risiko gangguan pendengaran jika intensitasnya tinggi.

    Getaran dari kendaraan berat yang terus menerus atau getaran saat konstruksi paku bumi dapat menyebabkan keretakan pada dinding atau fondasi rumah, Rumah lebih cepat kotor karena debu jalan tol. Meningkatkan kebutuhan perawatan dan pembersihan ekstra. Area dekat tol seringkali memiliki privasi yang lebih rendah dan risiko keamanan tertentu dibandingkan kawasan hunian yang lebih dalam

    PT. Jasa Marga (Persero) berada di bawah naungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia bertugas merencanakan, membangun, mengoperasikan, dan memelihara jalan tol beserta sarana pelengkapnya untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai BUMN, Jasa Marga berperan sebagai market leader yang mengelola sebagian besar ruas jalan tol beroperasi di Indonesia.

    Namun PT. Jasa Marga pun harus berpihak kepada masyarakat, jangan hanya melihat perencanaan namun tidak mempedulikan masyarakat yang berada di pinggir jalan tol, seperti masyarakat di desa Kadu Kab. Tangerang banten. Rumah Warga Berdekatan Dengan Jalan Tol Exit Bitung KM 25 namun tidak ada solusi yang baik untuk masyarakat yang kemungkinan akan terdampak oleh jalan tol tersebut

    Menurut Ketua AMPPL Indonesia, Mohamad Guruh, S.H " Seharunya Pihak Jasa Marga dari sebelum pembangunan jalan tol sudah memikirkan dampak dan solusi bagi masyarakat yang rumahnya berada di pinggir jalan tol, jangan setelah jadi jalan tolnya baru dipikirkan bagaimana mencari solusi, dalam pembangunannya saja masyarakat sudah dirugikan dalam segi polusi udaranya dan diduga saat pembangunan jalan tol ada masyarakat terganggu kesehatannya akibat debu." Jelasnya Guruh.

    Ditempat terpisah, Indra Ketua Umum Pakar Nusantara menegaskan " Seharusnya antara pihak jasa marga dan paramoun ada join kepengawasan dan sebelum ada pembangunan harus nya ada sosialisasi dengan lingkungan terlebih dahulu, kami bersama Aktivis Lingkungan akan segera membuat aduan ke Menteri BUMN, Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Hak Asasi Manusia dan Kementerian Kesehatan serta Kebapak Presiden Republik Indonesia." Tegasnya.

    (Spyn). 

    rumah warga jalan tol exit bitung amppl indonesia jasa marga
    Sopiyan Hadi

    Sopiyan Hadi

    Artikel Sebelumnya

    Ramadan Pertama, Polisi Bandara Soetta Sampaikan...

    Artikel Berikutnya

    Satlantas Polresta Tangerang Pasang Spanduk...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Presiden RI Beri Penghormatan Terakhir Untuk Tiga Prajurit TNI Saat Persemayaman di Bandara Soekarno-Hatta
    JK Laporkan Rismon Hasiholan Sianipar Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Mabes Polri
    Jepang Jaga Komunikasi Langsung dengan Iran Demi Keamanan di Selat Hormuz
    Sisir Terminal 3 Bandara Soetta, Polisi Imbau Masyarakat Jaga Barang Bawaan
    Abdullah Rasyid: Krisis Selat Hormuz dan Momentum Indonesia Membangun Ekonomi Selat
    Jumat Curhat, Polresta Bandara Soetta Ajak Mahasiswa dan Ojol Jaga Kamtibmas Kondusif 
    Antisipasi Curanmor, Polsubsektor Cargo Polresta Bandara Soetta Imbau Petugas Parkir Tingkatkan Kewaspadaan 
    Ciptakan Kamtibmas Kondusif, Polsubsektor Terminal 1 Polresta Bandara Soetta Terjunkan  Personil Gabungan
    PKBM Bakti Pertiwi Sukses Gelar UAPK 2026: Bukti Nyata Pendidikan Nonformal Semakin Berkualitas dan Bergengsi
    Ciptakan Kamtibmas kondusif, Polsubsektor Terminal 3 Polresta Bandara Soetta Bersama Stakeholder Gelar Patroli
    Ciptakan Mudik Aman, Polresta Bandara Soetta Sediakan Layanan gratis penitipan barang sementara
    Polsubsektor Terminal Cargo Polresta Bandara Soetta Gelar Gotong Royong Bersih Bersih Masjid Al Furqon
    Perkuat Struktur hingga Akar Rumput, DPC Partai Gerakan Rakyat Cisauk Gelar Rapat Konsolidasi Strategis
    Operasi Ketupat Jaya 2026, Polresta Bandara Soekarno-Hatta Sediakan Kendaraan Gratis untuk Antar Pemudik Ke Terminal Terminal
    Pelayanan Prima Arus Balik Lebaran 2026, Satlantas Polresta Bandara Soetta Bantu Pemudik Salah Masuk Terminal
    Satlantas Polresta Tangerang Pasang Spanduk Imbauan di Titik Rawan Kecelakaan Pasar Kemis
    Terharu Kisah Agista, Kapolres Tangerang Kota Beri Tali Asih dan Alat Lukis untuk Anak Pemulung
    Anak Yatim Di Kawasan Industri III Bunder-Cikupa Terima Santunan Dari PT.MDY dan Serikat SPSI PT.Dolphin Food
    Bakti Ramadhan, Polsubsektor Sheraton Bandara Soetta Bagi-bagi Takjil ke Masyarakat 
    PGR DPC Kecamatan Cikupa Gelar Konsolidasi dan Pemantapan Struktur, Perkuat Soliditas Organisasi

    Ikuti Kami