Jakarta - Dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi potensi pencarian dan pertolongan, Kepala Kantor Badan SAR (Kakansar), Desiana Kartika Bahari, SH., MH., OGIA., QIA mengundang Zoom Meeting pada Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Daerah (FKP3D) Kantor SAR Jakarta. Rabu, (11/2).
Acara yang dimulai pada pukul 08.30 wib dibuka oleh Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii yang menyampaikan Tugas dan Tanggung Jawab SAR dan juga mengarahkan Penguatan Sinergi Potensi SAR daerah menuju peningkatan pada efektivitas dan kesiapsiagaan operasional SAR Nasional.
Dilanjutkan Kakansar yang memaparkan 10 masalah Search And Rescue (SAR) di Indonesia termasuk Problem statement.

"Pentingnya pengembangan Potensi SAR dalam penanganan yang sekaligus kita mengevaluasi Operasi SAR Tahun 2025." Paparnya.
Ia pun menjelaskan tentang data Potensi SAR tentang seluruh sumber daya yang mendukung penyelenggaraan SAR, baik milik pemerintah atau non-pemerintah yang siap digunakan saat terjadi kondisi keadaan darurat.
Kemudian Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum, Abdullah Komaeny, S.H., M.H., CBLO., CLD dalam mendampingi Kepala Kantor SAR Jakarta, mengatakan bahwa ada 3 Point Resume dari pembahasan di Forum ini. Versi 1, 2 dan 3 akan menjadi perhatian untuk Point Evaluasi SAR.
"Secara Strategis, hasil forum mengarah pada kekuatan peran Basarnas sebagai pengarah dan penghubung utama dalam koordinasi Potensi SAR nasional melalui penguatan mekanisme kordinasi sistem informasi operasional serta pembinaan potensi yang lebih terstruktur." Jelasnya.
"Tanpa langkah tersebut, kompleksitas resiko koordinasi dan keterlambatan pengambilan keputusan akan semakin meningkat. Sebaliknya, penguatan pada aspek ini akan mendorong respon SAR yang lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif." Pungkas Kasubag Kantor SAR Jakarta. Rabu (11/02/2026).
Acara tersebut di isi dengan 471 peserta dari para Jajaran Basarnas di Kantor SAR Jakarta beserta undangan dari berbagai organisasi non-pemerintah. * (Spyn).

Updates.